EdwardJenner dilahirkandi kota Berkeley, Gloucestershire pada taggal 17 Mei tahun 1749 dan  meninggal di kotayang sama Berkeley, Gloucestershire pada tanggal 26 Januari tahun 1823 pada umur 73 tahun. Pada usiaremaja, Edward Jenner sudah belajar ilmu bedah,  ia magang kepada ahli bedah terkenal yakni DanielLudlow di Sudbary, Lalu pada saat  usia21 tahun, ia hijrah ke London dan melakukan magang pada seorang ahli bedahterkenal bernama John Hanter. Penelitian Edwart Jenner menngenaicacar sapi menemukan suatu hasil yang dikenal sebagai vaksinasi yakni diambildari bahasa latin sapi, yaitu vacca. Pada tahun 1789, ia mengirimkan artikelilmiah mengenai hasil studi yang dilakukannya kepada majalah The Royal Societyyang terkenal dan bergengsi pada saat itu.

Dia menjelaskan bahwa upayavaksinasi yang dilakukannya berhasil memberikan perlindungan dari seranganpenyakit cacar. Sayangnya, metode penelitian ekperimen yang dilakkukan Jennerdipandang tidak lazim dan tidak memenuhi criteria penelitian  ilmiah yang bisa diikuti pada masa itu. Pihakredaksi majalah tersebut menolak untuk menerbitkan artikel ilmiahnya, tidakhanya menolak namun juga mengkritik keras dan mencemooh upaya tanpa pamrih yangdilakukan Jenner dalam penelitiannya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Penolakan penerbitan hasilpenelitian Edward Jnner itu tidak saja menunda upaya pengendalian penyakitcacar yang dianantikan oleh banyak orang, akan tetapi dengan ditundanyainformasi mengenai cara pengendalian penyakit cacar terhadap warga masyarakatmaka akan semakin banyak pula warga masyarakat yang meninggal akibat semakintersebar luasnya penyakit cacar ini. Selama berabad-abad, pada ilmuwan belummampu menemukan bagaimana solusi dalam mengendalikan penyakit cacar. Parailmuwan seakan tidak merasakan dan tidak sensitive (peka) terhadap penderitaanyang sedang dialami oleh warga msyarakat. Mereka terkesan telah menghambatsosialisasi penemuan yang terbukti berkontribusi besar terhadap peningkatanderajat kesejahteraan manusia dalam penanganan penyakit cacar. Namun, Esward Jenertidak pantang menyerah. Sebagai seorang peneliti dan  penemu, Edward Jenner layak untuk dijadikansebagai teladan.

Kemauannya yang keras, semangatnya yang tinggi, dan pantangmenyerah telah didedikasikannya dengan keinginan yang tinggi akan upaya peningkatanderajat kesejahteraan umat manusia menjadi lebih baik. Sejak momentum keberhasilan Jennerdengan penemuannya, vaksin telah digunakan untuk terapi berbagai penyakit. Penelitilain seperti Louis Pasteur mengembangkan teknik vaksinasi pada abad ke-19 danmengaplikasikan penggunaannya untuk penyakit anthrax dan rabies. Vaksin jugadigunakan pada beberapa penyakit serius yang menyerang manusia denganmenunjukkan hasil bahwa penyakit dapat dikontrol atau dibatasi penyebarannya.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat beberapa jenis vaksin pertama yangdigunakan manusia, yaitu vaksin cacar pada tahun 1798, vaksin rabies pada tahun1885, vaksin pes pada tahun 1897,  vaksindifteri tahun 1923, vaksin pertusis tahun 1926, vaksin tuberkolosis tahun 1927,vaksin tetanus tahun 1927, dan vaksin yellow fever pada tahun 1935.Setelah Perang Dunia ke II,pengembangan vaksin sudah meluas diseloroh dunia. Vaksin polio pertama kali diaplikasikanpada manusia pada tahun1955, lalu polio oral (1962), campak (1964), mumps(1967), rubella (1970), dan hepatitis B (1981).

WHO mencanangkan beberapaprogram vaksinasi dengan target penyembuhan penyakit. Untuk cacar, kasusterakhir terjadi di Somalia pada 1977. Sementara penyakit polio, ditargetkanWHO teradikasi pada tahun 2000. Meski target ini tidak sepenuhnya tercapaitetapi eradikasi hampir dikatakan berhasil. a.   Fakta Edward Jennerbekerja di sebuah desa kecil dimana sebagian besar pasiennya adalah peternak. PadaSaat penyakit cacar  sangat berkembang dimana penyakit cacarmenjadi penyebab utama kematian warga masyarakat. Pada tahun 1788, penyakitcacar melanda Gloucestershire.

Selama wabah penyakit ini terjadi, Edward Jennermenemukan fakta baru yang dia peroleh dari mengamati beberapa orang yangbekerja mengurus ternak yang terinfeksi cacar sapi tidak pernah terkena viruscacar. Setelah pengamatan itu dilakukannya, ia memikirkan sebuah cara untukmembuktikan bahwa teori hasil pengamatannya itu benar-benar bisa dibuktikan. Berdasarkanfakta tersebut Edwad Jenner melakukan menelitian mengenai pembuktian apakahbenar sesorang yang sudah terjangkit oleh cacar sapi maka ia akan kebal denganpenyakit cacar. Selain itu, apakah cacar sapi itu akan efektif membantu kekebalantubuh seseorang terhadap penyakit cacar.  b.  Konsep Penyakit Varicelladisebut juga dengan Chickenpox, di Indonesia penyakit ini dikenal sebagaicacar air. Cacar air adalah penyakit yang tidak hanya ditemui menyerang pada usiaanak-anak namun dapat juga menyerang orang dewasa. Di Indonesia, cacar airdiduga sering terjadi pada saat pergantian musim.

Zulkoni (2011: 223) meyatakanbahwa penyakit cacar air dapatmmenyerang dan terjadi diseluruh dunia dan tidak ada perbedaan ras ataupunjenis kelamin. Penyebab utama penyakit ini adalah virus Varicella ZosterVirus (VZV).Penyakit cacarair sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan tergolong penyakit menular,lebih menular dibandingkan dengan peyakit gondong.

Akan tetapi kurang menularjika dibandingkan dengan campak (Widoyono, 2011: 92). Gejala dari penyakitcacar air yakni seseorang akan mengalami sakit kepala, demam, kelelahan ringan yangdiikuti dengan munculnya lebam pada kulit dengan rasa gatal (Esson et al,2014). Penyakit cacar air menyerang semua usia dengan puncak insidensi pada anak-anakusia 5-9 tahun. Sebanyak 90% pasien cacarair adalah anak-anak yang berusia dibawah 10 tahun, dan sangatsedikit prosentase terjadi pada orang dewasa (Widoyono, 2011: 91). Angkakematian akibat penyakit ini sangat kecil kecuali adanya komplikasi. Widoyono(2011: 91) menyebutkan bahwa kasus cacarair di Negara Amerika diperkirakan mencapai 3,1-3,5 juta pertahunnya. Di Amerika, cacar air seringterjadi pada anak-anak dibawah usia 10 tahun dan sebanyak 5% kasus terjadi padausia lebih dari 15 tahun.

Sedangkan di Jepang penyakit ini umum terjadi padaanak-anak dibawah usia 6 tahun sebanyak 81,4%. Namun di Indonesia tidak banyakpenelitian yang mencatat kasus cacar air.Mengingat kasuscacar air banyak menyerang anak-anak, dan sifat penularannya yang cepat makadikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Maka dari itu,dibutuhkan suatu cara untuk mengendalikan penyebaran penyakit cacar air supaya tidakmenyebar luas dikalangan masyarakat. Upaya yang dilakukan dalam pencegahanpenyebaran penyakit cacar air ini dilakukan dengan program vaksinasi.

Vaksinasimerupakan pemberian obat ke dalam tubuh yang bertujuan untuk kekebalan aktifpada suatu penyakit. Menurut Ranuh dkk, (2014) vaksinasi dapat diberikan kepadaanak-anak yang berumur 12-15 bulan dan kepada setiap orang yang belum mendapatvaksinasi. Vaksi juga dapat diberikan pada  sesorang yang belum pernah menderita penyakitcacar air sebelumnya.

Gejala awalseseorang terserang penyakit cacar air dimulai dengan demam ringan, hidungberingus dan perasaan kurang sehat dan ruam di area kulit, secara mendadak. Ruam tersebut biasanya mulai sebagaibengkak kecil yang menjadi lepuh dan kemudian keropeng. Ruam akan muncul selamatiga sampai empat hari. Pada waktu yang berbeda, lesi ruam akan terusberkembang. Gejala biasanya timbul dua minggu setelah eksposur ke virus ini.

Kebanyakanorang sembuh akan sembuh dari penyakit ini jika tanpa komplikasi, akan tetapi terkadang penyakit tersebut dapat mengakibatkankomplikasi yang parah, misalnya pneumonia dan peradangan otak. Jarang penyakitcacar air dapat dikatakan sebagai pembawa maut.Pada tahap awalpenularan penyakit ini, virus ditularkan melalui batuk. Pada tahap selanjutnya,virus cacar akan ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan yang melepuh.

Penyakit tersebut sangat menyerang seseorang yang belum pernah menderita cacarair atau belum pernah diimunisasi. Penderita cacar air bisa menularkan penyakitdari satu atau dua hari sebelum ruam timbul (yaitu ketika fase hidung beringus)sampai lima hari setelah itu (ketika lepuh telah membentuk kulit keras ataukeropeng). Penyakit cacar air membentuk kekebalan imun semakin kuat dan orang hasilsurvey menunjukkan bahwa jarang seseorang menderita cacar air hingga dua kali.Sesorang yangbelum pernah terserang penyakit cacar air ataupun belum pernah divaksin dapat terserangpenyakit cacar air. Seseorang yang mempunyai riwayat penyakit cacar sebelumnya,akan mempunyai kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Bahkan orang dewasayang tidak mempunyai riwayat cacar air dimungkinkan akan mempunyai kekebalanyang sama. Dokter dalam mengindikasi seseorang yang terserang penyakit cacarair ini sering melakukan tes darah untuk menentukan apakah seseorang perluuntuk divaksin atau tidak. Meskipun telah divaksinasi, seseorang masih bisa terserang penyakit cacarair penyakit ini tidak akan menjadi parah dan akan segera pulih kembali.Seperti virus yang lainnya, virus Varicella zoster ini tidak pernahbenar-benar hilang didalam tubuh seseorang.

Siapapun yang pernah menderita penyakitcacar air ini sebelummnya maka ia akan membawa virus aktif di akar sel saraf.Terkadang penyakit cacar air ini akan muncul kembali sebagai penyakit herpeszoster. Herpes zoster dapat muncul pada saat-saat seseorang merasastres, atau ketika sistem kekebalan (imun) tubuh menurun. Herpes zoster dapatditularkan pada orang yang sebelumnya belum pernah menderita penyakit cacarair. Umumnya, cacar air yang diderita oleh anak-anak lebih cepat pulih daripadapenyakit cacar air yang menyerang orang dewasa dan bayi, hal ini dikarenakan merekamemiliki system kekebalan tubuh yang cenderung lemah.

Selain itu, merekaberresiko lebih tinggi terkena komplikasi, termasuk radang otak dan pneumonia. Bahayayang bisa terjadi dari penyakit cacar air ini adalah apabila seorang ibu padaawal kehamilannya menderita cacar air, maka bayi yang dikandungnya berisikoterlahir tidak normal dan terlahit dengan berat badan yang rendah. Dalammenanggulangi penyakit cacar ini dilakukan sebuah cara yakni dengan pengobatanpenyakit cacar air yang diarahkan untuk mengurangi gejala sampai penyakithilang dengan sendirinya, yaitu dengan cara menjaga suhu tubuh agar tetapstabil, dan menjaga kebersihan diri. Penyakit cacar air ini tidak memiliki langkahpengobatan khusus karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Tujuan pengobatannyadimaksudkan hanya untuk mengurangi gejala.

Adapun langkah sederhana yang dapatdialkukan seperti banyak mengonsumsi air minum dan seseorang arus menghindarimakanan-makanan asin. Pencegahan dehidrasi juga sangat diperlukan bagi seseoranngyang terserang penyakit cacar air. Es merupakan obat  yang dapat diberikan untuk meringankan nyeriatau gatal yang diakibatkan  olehpenyakit cacar air ini. Seseorang yang terserang penyakit ini tidak boleh menggarukbintil cacar air karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Untuk menghindarigatal yang tidak tertahankan, seseorang dapat memberikan  bedak yang mengandung menthol sehinggamengurangi gesekan yang terjadi pada kulit. Langkahhselanjutnya dalam pencegahan penyakit cacar ini adalah dengan memakai tanganatau kaus kaki saat tidur. Menggunakan pakaian dengan bahan yang lembut suapayatidak menimbulkan rasa gatal, dan menggunakan pakaian yang longgar agar iritasikulit yang parah dapat dicegah.

Gunakan obat pereda sakit atau analgesic jikadibutuhkan. Obat yang dapat digunakan dalam meredakan penyakit ini adalah obatdengan karakter analgesik seperti parasetamol. Ada berapa orang yang tidak bisaditolong dengan dengan segala pengobatan yang sudah dijabarkan diatas. Beberapakelompok orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini sehinggamembutuhkan pengobatan yang lebih intensif. Salah satu langkah penanganannyaadalah menggunakan obat antivirus yakni acyclovir. Acyclovir diindikasikandapat meringankan gejala cacar air jika diberikan dalam kurun waktu 24 jamsetelah munculnya ruam. Jika seseorang terserang peyakit ini maka seseorangharus menjaga kontak langsung dengan seseorang yang lain baik dari segi fisikmaupun yang lainnya, karena penyakit cacar air ini dapat menular dari berbagaikondisi.    c.

   Prinsip HukumEdward Jenner berasumsibahwa:”Ketika ia mengamati fakta diluarandidapatkan asumsi dipeternakan pemerah susu umumnya kebal terhadap penyakit cacar”.Edward Jenner menduga bahwa nanah yang diterima oleh pemerah susu dari cacarsapi yang menjangkit mereka akan melindungi mereka dari penyakit cacar. Diaberasumsi bahwa cacar sapi ini nantinya akan bisa membantu menguatkan systemimun seseorang dari penyakit cacar. Jadi pada saat itu cacar sapi inidimaksudkan menjadi vaksin untuk penyakit cacar yang sedang mewabah.