PRODAN KONTRA PENERAPAN KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR BABI PENDAHULUAN1.1.  LatarBelakang MasalahKantong plastik merupakantempat membawa barang yang tergolong kedalam “barang sekali pakai” dan dalamkegiatan sehari – hari merupakan pemandangan yang biasa dilihat.

Namun, daripenggunaan dalam jangku waktu yang panjang dan digunakan secara berkala mengakibatkanmenumpuknya sampah plastik yang sulit terurai dan mempunyai dampak yang burukbagi kesehatan maupun lingkungan. Dengan kadaan seperti ini, muncullah kegiatan– kegiatan untuk mengurangi jumlah pemakaian kantong plastik salah satunyadengan penerapan kebijakan kantong plastik berbayar.1.2.  TujuanPenulisanBerdasarkan latarbelakang tersebut, penulis mengemukakan tujuan penulisan sebagai berikut.1.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

    untukmengetahui pengertian dari kantong plastik2.    untukmengetahui bagaimana dampak penerapan kebijakan pemerintah mengenai kantongplastik berbayar1.3.  MetodePengumpulan DataMetode yang penulisgunakan adalah metode deskriptif artinya penelitian yang dilakukanuntuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabelatau lebih tanpa membuat perbandingan dan mencari hubungan variabel itu denganvariabel yang lain.

(Sugiyono. 2009)BABII TEORI DASAR2.1.  PengertianKantong PlastikKantong plastik merupakantas yang terbuat dari bahan sintetis (berbagai macam polimer organik sepertipolietilena, PVC, dan nilon) yang tipis dan fleksibel yang disuplai oleh perusahaandengan tujuan pembeli dapat membawa barang yang dibelinya.2.2.  KebijakanPemerintahBerdasarkan UU No.

18Tahun 2008 pasal 19 dan 20 mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah,pemerintah melakukan sosialisasi dan uji coba dengan mengeluarkan surat edaran,yaitu:1.    SuratEdaran Dirjen PSLB3 06/PSLB3-PS/2015 mengenai Kantong Plastik Berbayar PadaUsaha Ritel Modern Usaha pada 17 Desember 2015.2.

    SuratDirjen PSLB3 S.792/PSLB3-PS/2016 tanggal tanggal ujicoba Kantong PlastikBerbayar.3.    SuratDirjen PSLB3 S.1230/PSLB3-PS/2016 tanggal Kantong Plastik Berbayar.4.    SoftLaunching Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Nasional pada 21 Februari 2016 diBuderan HI Jakarta.

5.    Pelaksanaanuji coba penerapan kantong plastik tidak Sampai tanggal 22 Februari 2016 ada 11kota yang Pelaksanaan uji coba penerapan kantong plastik tidak Sampai tanggal22 Februari 2016 ada 11 kota yang tersebut, yaitu Bandung, Balikpapan,Palembang, Makassar, Denpasar, Tangerang Selatan, dan Jakarta.6.    SuratEdaran Dirjen PSLB3 SE.8/PSLB3/PS/PLB.0/ Sampah Plastik Mealui PenerapanKantong Belanja melanjutkan uji coba tahap kedua dengan skala nasional.BABIII3.1.

  DampakPenerapan Kebijakan PemerintahBerdasarkandata MENLHK, Indonesia memproduksi sampah plastik kurang lebih 187.2jutaton/tahun dan menduduki peringkat kedua didunia setelah Cina sebagaipenghasil sampah plastik terbanyak yang dibuang ke laut. Ketika kantong plastikmenjadi sampah dan tidak terorganisir dengan baik, lautan, sungai, lahanpertanian, kota, dan lingkungan sekitar ikut tercemar.

Hal ini mengakibatkanrusaknya nilai estetika laut dan pantai serta rendahnya daya saing wisatapantai dan daerah, sistem drainase menjadi tersumbat dan mengakibatkan banjir,berbahaya bagi hewan yang memakannya, dan parahnya plastik yang dibakar dapatmenghasilkan asap yang beracun sehingga menghasilkan polusi dengan intensitasyang tinggi. Sejak tahun 2016, pemerintah telah melakukan uji coba kantongplastik berbayar sebesar Rp 200 di 27 kota. Dan dari data MENLHK, masih adayang belum mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi pemakaiankantong plastik sehingga penerapan kantong plastik berbayar merupakan cara yangcukup efektif untuk saat ini karena masyarakat dapat mengetahui dan merasakansecara langsung contohnya di tempat perbelanjaan. Dengan cara tersebut, kitadapat mengubah pola konsumtif masyarakat menjadi lebih baik. Penggunaan kantongplastik dapat digantikan dengan menggunakan totebag yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, ramah lingkungan,beban perusahaan dapat dikurangi dan membantu pembeli dalam menghematpembelanjaan, serta pemerintah dapat fokus ke permasalahan lingkungan lainnya.Wibowo dalam Liputan6 mengatakan pada Mei 2016 imporplastik Indonesia berkurang sebesar US$ 11 juta dalam sebulan. Dengan adanyapenerapan kantong plastik berbayar mengakibatkan masyarakat menjadi sadar danpeduli akan lingkungan.

Namun, dilain sisi penerapan kebijakan ini hanyadilakukan sementara serta perincian dana yang masuk tidak dilakukan dengan rincisehingga tidak jelas penggunaannya.BABIV SIMPULANBerdasarkanpenjelasan diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kantong plastik merupakantas yang terbuat dari bahan sintetis dan sulit terurai. Keuntungan kebijakanini terdapat pada pengurangan jumlah sampah plastik, namun dibutuhkan regulasiyang kuat dan jelas agar hasilnya dapat dimanfaatkan dengan maksimal tanpakecurangan. Saran penulis, sebaiknya toko retail menyediakan barang alternatif,seperti dos bekas atau menjual tas yang ramah lingkungan dengan berbagai macamukuran sehingga dapat digunakan bagi konsumen.